this my website


Faktor Utama Yang Mempengaruhi Perilaku Pembelian Di Indonesia

Posted in Uncategorized oleh fjrrsp pada Desember 10, 2010

1. Faktor Budaya

Faktor-faktor budaya mempunyai pengaruh yang paling luas dan mendalam terhadap perilaku konsumen. Faktor ini terbagi menjadi : kultur, sub-kultur, dan kelas sosial pembeli.

* Kultur

Kultur (kebudayaan) adalah determinan yang paling fundamental dari keinginan dan perilaku seseorang. Anak memperoleh serangkaian nilai (values), persepsi, preferensi, dan perilaku melalui keluarganya dan institusi-institusi utama lainnya. Seorang anak yang dibesarkan di Asia mendapat nilai-nilai hubungan keluarga dan pribadi, kepatuhan, kepercayaan, respek terhadap orang lain terutama yang lebih tua, dan kesalehan. Contoh kasus : Sebuah restoran cepat saji asal amerika serikat (McDonald’s tm) di Singapura memanfaatkan kesempatan dalam karakteristik orang singapura yang “takut kalah” atau kisau dalam terminologi lokal. McDonalds meluncurkan Kisau Burger –sandwich ayam yang diasinkan. Mereka juga menciptakan karakter Mr. Kisau McDonalds yang akan memberitahukan kepada anda bahwa ada 42 biji wijen pada rotinya dan menghitungnya sehingga anda tidak akan tertipu. Konsumen tertarik dengan burger baru tersebut karena burger tersebut dihubungkan dengan karakter Mr.Kisau tadi.

* Sub Kultur

Setiap kultur terdiri dari sub-sub kultur yang lebih kecil yang memberikan identitas dan sosialisasi yang lebih spesifik bagi para anggotanya. Sub-kultur mencakup kebangsaan, agama, kelompok ras, dan daerah geografis. Banyak sub kultur membentuk segmen pasar yang penting dan para pemasar kerap kali merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Salah satu contohnya adalah pentingnya fengshui bagi orang cina, khususnya mereka yang berasal dari kalangan bisnis di Hongkong, Malaysia, dan Singapura. Mereka telah lama dikenal bergantung pada fengshui dalam pemilihan kantornya, agar bisa memperoleh lama dan keberuntungan serta kemakmuran. Para pembeli rumah dari etnis tionghoa ini menghindari nomor 4 karena lafal angka empat mirip dengan kata “mati” sehingga mereka kerap kali menganggap konotasinya sama.

* Kelas Sosial

Sebenarnya semua masyarakat manusia menunjukan stratifikasi sosial. Stratifikasi kadang-kadang berupa sistem kasta seperti di masyarakat India tradisional, di mana anggota dari kasta yang berbeda dibesarkan untuk peraran-peranan tertentu dan tidak dapat mengubah keanggotaan kasta mereka. Yang lebih lanjut adalah stratifikasi dalam bentuk kelas sosial. Kelas sosial udalah divisi atau .Kelompok yang relatij homogen dan tetap dalam sualu masyarakat, yang tersusun secara hirarkis dan anggota-anggotnya memiliki nilai, minat, dan perilaku yang mirip. Para ilmuwan sosial mengidentifikasi tujuh kelas sosial di bawah ini :

Kelas sosial merniliki beberapa karakteristik. Pertama, orang-orang dalam masing-masing kelas social cenderung untuk berperilaku yang lebih mirip daripada orang yang berasal dari dua kelas social yang berbeda. Kedua, orang dipersepsikan mempunyai posisi yang lebih tinggi atau lebih rendah menurut kelas social mereka, Ketiga, kelas sosial seseorang ditemukan oleh sejumlah variabel, seperti pekerjaan, penghasilan, kekayaan, pendidikan, dan orientasi nilai, dan bukan oleh salah satu variable) tunggal tertentu. Keempat, individu-individu dapat pindah dari satu, kelas sosial ke kelas sosial yang lain -naik atau turun- selama hidup mereka. Tingkat mobilitas ini bervariasi, tergantung pada rigiditas atau kekakuan stratifikasi social dalam masyarakat tertentu.

Kelas-kelas sosial menunjukan preferensi produk dan merek dalam bidang-bidang ter-tentu seperti pakaian, perabotan rumah, kegiatan pada waktu luang, dan kendaraan. Beberapa pemasar memfokuskan usaha mereka pada satu kelas social. Misalnya Shang Palace di Shangrila Hotel Singapura berfokus pada pelanggan kelas atas, sedangkan kios makanan di pusat penjaja terbuka berfokus pada pelanggan kelas menengah dan bawah. Kelas-kelas social berbeda dalam preferensi media mereka, di mana konsumen kelas atas memilih media majalah dan buku sedangkan konsumen kelas bawah memilih televisi. Bahkan dalam sebuah kategori media, seperti TV, konsumen kelas atas lebih menyukai siaran berita dan drama, sedangkan konsumen kelas bawah lebih.menyukai Opera sabun dan acara kuis. Terdapat juga perbedaan bahasa di antara kelas-Kelas social Para pemasang iklan harus menyusun kopi iklan (copy) dan dialog yang benar-benar sesuai dengan kelas social yang dituju.

2. Faktor sosial

Dalam faktor ini dibedakan menjadi Organisasi, Kelompok Rujukan, Keluarga, dan Media

* Kelompok Acuan

Banyak kelompok mempengaruhi perilaku seseorang. Kelompok acuan seseorang terdiri dari semua kelompok yang mempunyai pengaruh langsung (tatap muka) atau pengaruh tidak langsung terhadap sikap atsu perilaku Seseorang Kelompok-kelompok yang mempunyai pengarah langsung terhadap seseorang disebut kelompok keanggotaan (membership groups). Ini merupakan kelompok di mana orang tersebut ikut serta dan berinteraksi. Sebagian merupakan kelompok primer, seperti keluarga, teman, tetangga dan rekan kerja, yzng mana orang tersebut secara terus-menerus berinteraksi dengan mereka. kelompok primer cenderung bersifat informal. Seseorang juga termasuk dalam kelompok sekunder, seperti kelompok religius, kelompok profesi, dan kelompok asosiasi perdagangan, yang cenderung bersifat lebih formal dan mempunyai interaksi yang tidak begitu rutin.

Orang-orang juga dipengaruhi oleh kelompok-kelompok di mana mereka buat anggota¬nya. Kelompok-kelompok yang seseorang ingin masuk disebut kelompok aspirationar. Sebagai contoh, seorang remaja Jepang mungkin berharap bahwa suatu hari nanti dapat bermain baseball untuk k1ub.,Yomiuri Giants. Kelompok disokittif adalan kelompok yang nilai atau perilakunya ditolak oleh seorang individu. Remaja yang sama tadi mungkin ingin menghindar; hubungan dengan remaja-remaja yang keluyuran di Harajuku.

Para pemasar berusaha mengidentifikasi kelompok acuan dari pelanggan sasaran mereka. Orang-orang secara signifikan dipengaruhi oleh kelompok acuan mereka paling sedikit melalui tiga cara. Kelompok acuan manghubungkan seorang individu dengan perilaku dan gaya hidap baru. Mereka juga mempengaruhi sikap dan konsep diri (self-concept) seseorang karena biasanya dia berhasrat untuk “menyesuaikan diri” dengan kelompok tersebut. Dan kelompok acuan yang menciptakan tekanan untuk keseragaman yang mungkin mempengaruhi pilihan produk. dan merek aktual seseorang.. . Pengaruh kelompok acuan berubah seiring dengan perkembangan produk dalam siklus hidup produknya. Ketika suatu produk pertama kali diperkenalkan, keputusan untuk membeli sa¬ngat direngaruhi oleh pihak. lain, tetapi pilihan merek; tidak begitu dipengaruhi oleh pihak lain. Pada tahap pertumbuhan pasar, pengaruh kelompok acuan bersifat kuat untuk pilihan. produk dan merek. Pada tahap kedewasaan produk, hanya pilihan merek saja yang sangat dipengaruhi oleh pihak lain. Pada tahap penurunan, pengaruh kelompok bersifat lemah baik terhadap pilihan produk maupun pilihan merek.

Produsen produk dan merek di mana pengaruh kelompok sangat kuat harus menentukan bagaimana mendekati dan mempengaruhi para pemimpin opini dalam kelompok¬-kelompok acuan tersebut. Para pemimpin opini dijumpai dalam semua lapisan masyarakat, dari seseorang dapat menjadi pemimpin opini untuk bidang produk tertentu dan menjadi pengikut opini untuk bidang produk yang lain. Pemasar berusaha mendekati para pemimpin opini dengan meng¬identifikasi karakteristik demogrefis plan psikografis yang berhubungan dengan kepemimpinan opini, mengidentifikasi media yang dibaca pemimpin opini, dan mengarahkan peran-peran kepada pemimpin opini.

Pengarah kelompok bersifat kuat untuk produk-produk yang dapat dilihat oleh pihak lain yang dihormati si pembeli.

* Keluarga

Anggota keluarga merupakan kelompok acuan primer yang paling berpengaruh. Kita bisa membedakan dua keluarga dalam kehidupan pembeli Keluarga orientasi (family of orientation) terdiri dari orang tua seseorang Dari orang tua, seseorang memperoleh orientasi terhadap agama, poltik, dan ekonomi serta pamahaman atas ambisi pribadi, penghargaan pribadi, dan cinta. Bahkan jika pembeli sudah tidak lagi terlalu sering berinteraksi dengan orang tuanya, pengaruh orang tua terhadap perilaku pembeli tersebut bisa saja tetap signifikan. Di negara-negara di mana orang tua hidup bersama anak-anak mereka yang sudah dewasa, pengaruh mereka dapat saja bersifat substansial.

Pengaruh yang lebih langsung terhadap perilaku pembelian sehari-hari adalah keluarga prokreasi (jamily of procreation) seseorang, yakni pasangan hidup (suami/istri) dan anak-anaknya. Keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat, dan telah diteliti secara eksensif Para pemasar tertarik dengan peran dan pengaruh relatif dari suami istri, dan anak-anak dalam pembelian berbagai macam produk dan jasa. Peran dan pengaruh ini akan sangat bevariasi di negara-negara dan kelas-ke:as sosial yang berbeda. Pemasar harus selalu meneliti pola-pola spesifik dalam pasar sasaran tertentu. Contohnya, di dalam rumah tangga tradisional China, sudah merupakan hal yang lumrah bila suami memberiktqn semua gajinya kepada istrinya, karena sang istri yang mengatur pengeluaran keluarganya.

* Media

Saat ini dimana jarak dan waktu sudah tidak lagi membatasi komunikasi lintas bangsa dan negara, kahadiran media komunikasi seperti koran, radio, televisi, dan internet ditengarai sebagai suatu cara terampuh untuk menebarkan trend dan produk. Masyarakat di suatu negara dapat mengetahui perkembangan trend di negara lain dengan perantara media komunikasi. Suatu informasi dapat langsung di akses secara cepat dan akurat, siaran pertandingan langsung sepakbola di suatu negara dapat disaksikan oleh jutaan manusia di dunia melalui siaran langsung televisi. Suatu peristiwa / kejadian penting di suatu negara dapat diketahui oleh seluruh masyarakat dunia. Sebagai contoh kejadian gempa dan tsunami yang terjadi di Aceh dan Sumatera Utara serta sebagian Sumatera Barat langsung diketahui oleh pemerintah di jakarta dan disebarluaskan ke seluruh dunia. Saat ini banyak media informasi yang dapat secara cepat menyampaikannya.

Media juga dapat merusak moral suatu bangsa dan kebudayaan serta tradisi suatu bangsa. Budaya asia adalah merupakan budaya timur yang masih berpedoman pada hukum norma dan adat serta agama. Sedang budaya barat cenderung menganut paham bebas. Ketika terjadi masuknya budaya barat ke timur maka bila tidak di saring dan diambil baiknya sehingga dapat menghancurkan budaya timur itu sendiri. Seperti saat ini berapa banyak generasi muda indonesia yang mengetahui adat dan budaya indonesia? Dan berapa banyak yang terjun di dalamnya. Kebanyakan generasi muda lebih mengikuti trend barat seperti trend merayakan hari Valentine, budaya indonesia tidak pernah mengenal ada perayaan seperti itu. Satu sisi hal ini merusak budaya bangsa dan hal lain ialah memberikan keuntungan bagi para pemasar pernak pernik valentine yang berdampak pada banyaknya pemesanan dan hingga pada akhirnya industri pembuat pernak pernik tumbuh berkembang. Berbagai trend mode, busana, dan tata rias juga tidak lepas dari adanya pengaruh media, meskipun ada beberapa perancang dan trendsetter memodifikasikannya dengan budaya indonesia.

* Konsumen Individu

Keputusan seseorang pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi yaitu antara lain usia pembeli, dan tahap siklus hidup, pekerjaan, kondisi ekonomi, gaya hidup, dan kepribadian serta konsep diri pembeli.

Perilaku konsumen dan faktor yang mempengaruhinya konsumen mengambil banyak macam keputusan membeli setiap hari. Sedangkan untuk mempelajari mengenai alasan perilaku membeli konsumen bukan hal yang mudah dan jawabannya seringkali tersembunyi jauh dalam benak konsumen. American Marketing Association mengemukakan (Peter & Olson, 1999:6): definisi perilaku konsumen sebagai Interaksi dinamis antara pengaruh dan kognisi, perilaku, dan kejadian disekitar kita dimana manusia melakukan aspek pertukaran dalam hidup mereka.

* Peran dan status

Peran dan status sosial seseorang menunjukkan kedudukan orang itu setiap kelompok sosial yang ia tempati. Peran meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan oleh seseorang. Masing-masing peran menghasilkan status.

Sumber : http://henry0320.wordpress.com/2010/11/30/faktor-utama-yang-mempengaruhi-perilaku-pembelian/

PERILAKU KONSUMEN DI INDONESIA

Posted in Uncategorized oleh fjrrsp pada Oktober 20, 2010

Gambar 1.1 : MODEL PRILAKU KONSUMENA. TIGA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PILIHAN KONSUMEN

  1. Konsumen Individu

Pilihan merek dipengaruhi oleh kebutuhan konsumen, persepsi atas karakteristik  merek, dan sikap ke arah pilihan. Sebagai tambahan, pilihan merek dipengaruhi oleh demografi konsumen, gaya hidup, dan karakteristik personalia.

 

2. Pengaruh Lingkungan

Lingkungan pembelian konsumen ditunjukkan oleh budaya (norma kemasyarakatan, pengaruh kedaerahan atau kesukuan), kelas sosial (keluasan grup sosial ekonomi atas harta milik konsumen), grup tata muka (teman, anggota keluarga, dan grup referensi) dan faktor menentukan yang situasional (situasi dimana produk dibeli seperti keluarga yang menggunakan mobil dan kalangan usaha).

3. Marketing strategy

Merupakan variabel dimana    pemasar mengendalikan usahanya dalam memberitahu dan mempengaruhi konsumen. Variabel-variabelnya adalah barang, harga, periklanan dan distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan keputusan. Pemasar harus mengumpulkan informasi dari konsumen untuk evaluasi kesempatan utama pemasaran dalam pengembangan pemasaran. Kebutuhan ini digambarkan dengan garis panah dua arah antara strategi pemasaran dan keputusan konsumen dalam gambar 1.1 penelitian pemasaran memberikan informasi  kepada organisasi pemasaran mengenai kebutuhan konsumen, persepsi tentang karakteristik merek, dan sikap terhadap pilihan merek. Strategi pemasaran kemudian dikembangkan dan diarahkan kepada konsumen.

Ketika konsumen telah mengambil keputusan kemudian evaluasi pembelian masa lalu, digambarkan sebagai umpan balik kepada konsumen individu. Selama evaluasi, konsumen akan belajar dari pengalaman dan pola pengumpulan informasi mungkin  berubah,  evaluasi  merek,  dan  pemilihan  merek.  Pengalamn  konsumsi secara langsung akan berpengaruh apakah konsumen akan membeli merek yang sama lagi.

Panah  umpan balik mengarah kembali kepada organisasi     pemasaran. Pemasar akan mengiikuti rensponsi konsumen dalam bentuk saham pasar dan data penjualan. Tetapi informasi ini tidak menceritakan kepada pemasar tentang mengapa konsumen membeli atau informasi tentang kekuatan dan kelemahan dari merek pemasar secara relatif terhadap saingan. Karena itu penelitian pemasaran diperlukan pada tahap ini untuk menentukan reaksi konsumen terhadap merek dan kecenderungan pembelian di masa yang akan datang. Informasi ini mengarahkan pada manajemen untuk merumuskan kembali strategi pemasaran kearah pemenuhan kebutuhan konsumen yang lebih baik.

B. PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Tipologi pengambilan keputusan konsumen :

  1. Keluasan pengambilan keputusan (the extent of decision making)

Menggambarkan proses yang berkesinambungan dari pengambilan keputusan menuju kebiasan. Keputusan dibuat berdasrkan proses kognitip dari penyelidikan informasi dan  evaluasi  pilihan  merek.  Disisi  lain,  sangat  sedikit  atau  tidak  ada keputusan yang mungkin terjadi bila konsumen dipuaskan dengan merek khusus dan pembelian secara menetap.

2. Dimensi atau proses yang tidak terputus dari keterlibatan kepentingan pembelian yang tinggi ke yang rendah.

Keterlibatan kepentingan pembelian yang tinggi adalah penting bagi konsumen. Pembelian berhubungan secara erat dengan kepentingan dan image konsumen itu sendiri. Beberapa resiko yang dihadapi konsumen adalah resiko keuangan , sosial, psikologi. Dalam beberapa kasus, untuk mempertimbangkan pilihan produk secara hati-hati diperlukan waktu dan energi khusus dari konsumen. Keterlibatan kepentingan pembelian yang rendah dimana tidak begitu penting bagi konsumen, resiko finansial, sosial, dan psikologi tidak begitu besar. Dalam hal ini mungkin tidak bernilai waktu bagi konsumen, usaha untuk pencarian informasi tentang merek dan untuk mempertimbangkan pilihan yang luas. Dengan demikian, keterlibatan kepentingan pembelian yang rendah umumnya memerlukan proses keputusan yang terbatas “ a limited  process of decision making”. Pengambilan keputusan vs kebiasaan dan keterlibatan kepentingan yang rendah vs keterlibatan kepentingan yang tinggi menghasilkan empat tipe proses pembelian konsumen.

C. EMPAT TIPE PROSES PEMBELIAN KONSUMEN :

1.  Proses “ Complex Decision Making “, terjadi bila keterlibatan kepentingan tinggi pada pengambilan keputusan yang terjadi. Contoh pengambilan untuk membeli sistem  fotografi elektronik seperti Mavica atau keputusan untuk membeli mobil. Dalam kasus seperti ini, konsumen secara aktif mencari informasi  untuk  mengevaluasi  dan  mempertimbangkan  pilihan  beberapa merek dengan menetapkan kriteria tertentu seperti kemudahan dibawa dan resolusi untuk sistem kamera elektronik, dan untuk mobil adalah hemat, daya tahan tinggi, dan peralatan. Subjek pengambilan keputusan yang komplek adalah sangat penting. Konsep perilaku kunci seperti persepsi, sikap, dan pencarian informasi yang relevan untuk pengembangan stratergi pemasaran.

2.    Proses “ Brand Loyalty “.  Ketika pilihan berulang, konsumen belajar dari pengalaman masa lalu  dan  membeli merek                                                 yang memberikan kepuasan dengan sedikit atau tidak ada proses pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Contoh pembelian sepatu karet basket merek Nike atau sereal Kellogg,s Nutrific. Dalam setiap kasus disini pembelian adalah penting untuk konsumen, sepatu basket karena keterlibatan kepentingan dalam olah raga, makanan sereal untuk orang dewasa karena kebutuhan nutrisi. Loyalitas merek muncul dari kepuasan pembelian yang lalu. Sehingga, pencarian informasi dan evaluasi merek terbatas atau tidak penting keberadaannya dalam konsumen memutuskan membeli merek yang sama.

Dua tipe yang lain dari proses pembelian konsumen dimana konsumen tidak terlibat atau keterlibatan kepentingan yang rendah      dengan barangnya adalah tipe pengambilan keputusan terbatas dan proses inertia.

3.  Proses “ Limited Decision Making “. Konsumen kadang-kadang mengambil keputusan walaupun mereka tidak memiliki keterlibatan kepentingan yang tinggi, mereka hanya memiliki sedikit pengalaman masa lalu dari produk tersebut. Konsumen membeli barang mencoba-coba untuk membandingkan terhadap makanan snack yang biasanya dikonsumsi. Pencarian informasi dan evaluasi terhadap pilihan merek lebih terbatas dibanding pada proses pengambilan keputusan yang komplek. Pengambilan keputusan terbatas juga terjadi ketika konsumen mencari variasi. Kepitusan itu tidak direncanakan, biasanya dilakukan seketika berada dalam toko. Keterlibatan kepentingan yang rendah, konsumen cenderung akan berganti merek apabila sudah bosan mencari variasi lain sebagai perilaku pencari variasi akan melakukan apabila resikonya minimal.

Catatan proses pengambilan keputusan adalah lebih kepada kekhasan konsumen daripada kekhasan barang. Karena itu tingkat keterlibatan kepentingan dan pengambilan keputusan tergantung lebih kepada sikap konsumen terhadap produk daripada karakteristik produk itu sendiri. Seorang konsumen mungkin terlibat kepentingan memilih produk makanan sereal dewasa karena nilai nutrisinya, konsumen lain mungkin lebih menekankan kepada kecantikan dan menggeser merek dalam mencari variasi.

4.  Proses “ Inertia “. Tingkat kepentingan dengan barang adalah rendah dan tidak ada pengambilan keputusan. Inertia berarti konsumen membeli merek yang sama bukan karena loyal kepada merek tersebut, tetapi karena tidak ada waktu yang cukup dan ada hambatan untuk mencari alternatif, proses pencarian informasi pasif terhadap evaluasi dan pemilihan merek. Robertson berpendapat bahwa dibawah kondisi keterlibatan kepentingan yang rendah “ kesetiaan merek hanya menggambarkan convenience yang melekat dalam perilaku yang berulang daripada perjanjian untuk membeli merek tersebut” contoh pembelian sayur dan kertas tisu.

Keempat proses tersebut digambarkan sebagai berikut :

Pengambilan keputusan konsumen menghubungkan konsep perilaku dan strategi pemasaran melalui penjabaran hakekat pengambilan keputusan konsumen. Kriteria apa yang digunakan oleh konsumen dalam memilih merek akan memberikan petunjuk dalam manajemen pengembangan strategi.

Pengambilan keputusan konsumen adalah bukan proses yang seragam. Ada perbedaan antara

(1) pengambilan keputusan  dan

(2) keputusan dengan keterlibatan kepentingan yang  tinggi dan keputusan dengan keter-libatan kepentingan yang rendah.

D. PENGAMBILAN  KEPUTUSAN  YANG  KOMPLEK  (COMPLEKS  DECISION MAKING)

Untuk  memahami  keputusan  yang  komplek  maka  perlu  dipahami  hakekat keterlibatan konsumen dengan suatu produk.

Kondisi  keterlibatan  konsumen  akan  suatu  produk,  apabila  produk  tersebut adalah :

1.  Penting bagi konsumen karena image konsumen sendiri, misalnya pembelian mobil sebagai simbol status.

2.  Memberikan daya tarik yang terus menerus kepada konsumen, misal dalam dunia mode ketertarikan konsumen model pakaian.

3.  Mengandung resiko tertentu, misal resiko keuangan untuk membeli rumah, resiko teknologi untuk pembelian komputer.

4.  Mempunyai ketertarikan emosional, misal pencinta musik membeli Sistem stereo yang baru.

5.  Dikenal dalam kelompok grupnya atau “ badge “ value dari barang yang bersangkutan, seperti jaket kulit, mobil marsedes atau scarf dari Gucci.

Gambar 2.1 Model keterlibatan konsumen :

Tipe Keterlibatan :

1.  Situational involvement. Terjadi hanya dalam situasi khusus dan sementara dan umumnya bila pembelian itu dibutuhkan. Misalnya keputusan mengambil pendidikan MBA adalah karena kabutuhan untuk pekerjaan.

2.  Enduring involvement, terus menerus dan lebih permanen umumnya terjadi karena ketertarikan yang berlangsung terus dalam kategori produk, walaupun pembelian itu dibutuhkan atau tidak, misalnya ketertarikan pada baju.

Baik  enduring maupun situational involvement merupakan hasil proses pengambilan keputusan yang kompleks. “Badge” value adalah suatu kondisi dimana mencakup keterlibatan situasional dan keterlibatan yang menetap.

Penelitian dalam penagambilan keputusan meliputi lima tahap :

1)   Penetapan masalah

2)   Pencarian informasi

3)   Evaluasi terhadap pilihan

4)   Pemilihan

5)   Hasil dari pilihan

Langkah-langkah ini dapat ditransformasikan ke dalam tahap-tahap keterlibatan konsumen dalam pengambilan keputusan yang komplek :

1)  Need Aurosal

2)  Proses informasi konsumen

3)  Evaluasi Merek

4)  Pembelian

5)  Evaluasi sesudah pembelian

Model Dasar Pengambilan Keputusan Yang Komplek (Basic Model Of Complex Decision Making )

Gambar : Model pengambilan keputusan yang kompleks

Pengambilan keputusan yang komplek seringnya untuk produk berkategori :

•    – Barang dengan harga tinggi

•    – Barang yang mempunyai resiko penampilan seperti mobil dan produk medis

•    – Barang yang kompleks seperti komputer

•    – Barang special seperti peralatan olah raga, perabot

•    – Barang yang berhubungan dengan ego seseorang seperti pakaian, kosmetik.

Gambar 2.3 NEED AROUSAL

E. PEMBELAJARAN KONSUMEN, KEBIASAAN DAN KESETIAAN (CONSUMER LEARNING, HABIT AND LOYALTY)

Kepuasan terhadap suatu merek cenderung mengarahkan konsumen mengulang keputusannya untuk membeli merek yang sama sehingga menjadi kebiasaan. Kebiasaan menjamin kepuasan berdasarkan pengalaman masa lalu dan menyerderhanakan proses pencarian informasi dan evaluasi terhadap suatu merek. Pelajaran konsumen, kebiasaan dan kesetiaan adalah tiga konsep yang saling berhubungan. Perilaku kebiasaan membeli adalah hasil pembelajaran konsumen dari reinforcement. Reinforcement    adalah      suatu             proses        dimana                            konsumen            akan berulangkali  membeli  apa  yang  telah  memberi  kepuasaan  terbaik  kepadanya. Perilaku tersebut mengarahkan kepada kesetiaan merek.

F. PEMBELAJARAN KONSUMEN (CONSUMER LEARNING)

Konsep pembelajaran dibutuhkan memahami kebiasaan, pembelajaran dapat didefenisikan sebagai perubahan perilaku yang berasal dari hasil pengalaman masa lalu. Ada dua aliran pemikir tehadap pemahaman proses pembelajaran konsumen (1) pembelajaran perilaku. Menitiberatkan pada dorongan pada pengaruh perilaku atau perilaku itu sendiri. (2) pembelajaran kognitip menitiberatkan pada pemecahan masalah dan menekankan pada variabel pemikiran konsumen yang mempengaruhi pembelajaran.

Dalam kelompok perilaku dikembangkan dua teori pembelajaran, perbedaan terjadi  pada  “  classical  conditioning  “  dan  “  Instrumental  conditioning.  Pada  “ classical conditioning” menerangkan perilaku berdasar pada pendirian hubungan tertutup antar dorongan primer dan dorongan            sekunder. “ Instrumental conditioning “ memandang perilaku sebagai fungsi dari tindakan konsumen . Kepuasan mengarahkan pada kemungkinan melakukan pembelian.

Pembelajaran mengarahkan kepada pembelian yang berulang dan kebiasaan. Dalam  model  yang  menggambarkan  perilaku  kebiasaan  pembelian,  pengarahan

kebutuhan mengarah langsung pada perhatian membeli, pembelian selanjutnya, dan

evaluasi sesudah pembelian. Proses pencarian informasi dan evaluasi merek sangat sedikit (minimal).

Kebiasaan menggambarkan dua fungsi penting, yaitu penurunan resiko untuk pembelian dengan tingkat keterlibatan yang tinggi dan penghematan waktu serta

energi untuk produk dengan tingkat keterlibatan yang rendah.

Kebiasaan       seringnya         mengarahkan     kepada     kesetiaan     merek     yaitu    pada pembelian yang berulang berdasarkan pada kesesuaian merek. Teori pembelajaran yang berbeda menjabarkan dua pandangan yang berbeda terhadap kesetiaan merek. Pendekatan               instrumental              conditioning          menunjukkan                       bahwa             pembelian          yang konsisten terhadap suatu merek mencerminkan komitmen terhadap suatu merek. Tetapi sebagian  loyalitas mencerminkan pembelian yang berulang adalah bukan karena komitmen dengan merek tetapi merupakan proses inertia. Kelompok kognitip percaya bahwa perilaku saja tidak cukup sebagai ukuran loyalitas, diperlukan komitmen sikap terhadap suatu merek.

G. PENGAMBILAN KEPUTUSAN DENGAN KETERLIBATAN YANG RENDAH

Keterlibatan pembelian yang rendah dimana konsumen tidak mempertimbangkan kepentingan produk dalam sistem kepercayaannya dan tidak begitu memperhatikan identifikasi suatu produk. Pemasar mencoba untuk menciptakan keterlibatan konsumen dengan produknya karena keterlibatan konsumen akan cenderung kepada kesetiaan merek dan mencegah  konsumen  mencari  produk  saingan.  Permasar  mencoba  menciptakan keterlibatan  dengan  differensiasi  merek  melalui  pencari  periklanan  yang  bisa memenuhi  kebutuhan  pembeli.  Contoh  untuk  jenis  sereal  untuk  dewasa  pada mulanya adalah produk dengan keterlibatan yang rendah, setelah Kellog memulai menambah nutrisi dan manfaat kesehatan maka tingkat keterlibatan meningkat..

Tiga Teori Dasar Pemahaman Tingkat Pengambilan Keputusan yang Rendah :

  1. Theory of passive learning (Krugman); menyatakan bahwa apabila konsumen tidak terlibat, konsumen tidak melakukan evaluasi secara kognitip terhadap pesan periklanan. Eksposur periklanan dapat terjadi tanpa recalldan luas.
  2. Theory of social judgement (Sherif), menyatakan bahwa kondisi keterlibatan yang rendah, konsumen mempertimbangkan beberapa merek, dan dalam mengevaluasi merek menggunakan sedikit atribut.
  3. The Elaboration likelihood model ( Petty & Cacioppo’s) menyatakan bahwa ketidakterlibatan konsumen merupakan reaksi kepada dorongan tanpa pesan dalam komunikasi daripada pesan itu sendiri.

Perbandingan Hirearkhi Tingkat Keterlibatan Tinggi dan Rendah

Hirearkhi Keterlibatan Rendah Hirearkhi Keterlibatan Tinggi
1. Kepercayaan merek dibentuk pertama   dari passive learning 1.Kepercayaan merek dibentuk pertama dari active learning
2. Keputusan membeli 2. Evaluasi merek
3.  Evaluasi  merek  sesudah  pembelian mungkin dilaksanakan mungkin tidak 3. Keputusan membeli

Empat Tipe Perilaku Konsumen

Berdasarkan pada tingkat keterlibatan dan pengambilan keputusan ada empat tipe perilaku konsumen :

Proses keterlibatan tinggi :

1.  Pengambilan keputusan yang kompleks

2.  Kesetiaan merek

Proses keterlibatan rendah :

1.  pengambilan keputusan terbatas, dan

2.  Inertia.

Pada gambar berikut menunjukkan bahwa setiap proses dijelaskan dengan efek hirearkhi yang berbeda. Proses keterlibatan tinggi dan rendah juga dijelaskan dengan teori pembelajaran yang berbeda berdasar hierarkhi keputusan.

Proses keputusan : Keputusan kompleks Pengaruh hirearkhi KepercayaanEvaluasi

Perilaku

Teori :

Passive learning

Proses keputusan : Keputusan terbatas Pengaruh Hirearkhi : KepercayaanPerilaku

Evaluasi

Teori :

Active learning

Proses keputusanKesetiaan merek Pengaruh hirearkhi Kepercayaan

Evaluasi Perilaku Teori :

Instrumental conditioning

Proses keputusanKesetiaan merek Pengaruh hirearkhi Kepercayaan

Perilaku Evaluasi Teori :

Classical conditionin

Implikasi      Strategi      Pengambilan       Keputusan      Keterlibatan      Kepentingan Rendah

Implikasi pengambilan keputusan dengan tingkat keterlibatan yang rendah terhadap pengembangan strategi pemasaran, beberapa pertanyaan strategi muncul :

  • Haruskah  pemasar  berusaha  membuat  konsumen  lebih  terlibat  terhadap suatu produk dengan tingkat keterlibatan yang rendah ?
  • Haruskah pemasar merek yang tidak terkenal mengambil konsumen untuk menggeser dari perilaku inertia ke pencari variasi ?
  • Haruskah pasar dikelompokkan berdasar tingkat keterlibatan konsumen ?

Pengaruh pertama terhadap pilihan konsumen adalah dorongan. Dorongan merupakan reaksi terhadap informasi yang diterima konsumen. Proses informasi terjadi ketika konsumen mengevaluasi informasi dari periklanan, teman, atau pengalaman sendiri terhadap suatu produk.

Pengaruh yang kedua dan pengaruh sentral atas pilihan konsumen adalah konsumen. Konsumen digambarkan dengan variabel pemikiran dan karakteristik. Variabel    pemikiran konsumen adalah  faktor  kognitip                  yang             mempengaruhi pengambilan keputusan. Tiga tipe variabel pemikiran berperan secara esensial dalam pengambilan  keputusan  :  (1)  persepsi  karakteristik  merek  (2)  sikap  lanjutan terhadap merek (3) manfaat keinginan konsumen.

Karakteristik konsumen adalah variabel seperti demografis, gaya hidup, dan karakteristik personalia yang digunakan untuk menggambarkan konsumen. Manajer pemasaran pertama menetukan apakah karakteristik tersebut berhubungan atau tidak                 terhadap              perilaku              kemudian menggunakan             pengetahuan                 itu                 untuk mempengaruhi perilaku.Contoh bila pengguna nutrisi dewasa cenderung menjadi muda, berpenghasilan tinggi, berpendidikan, maka pesan iklan dirancang untuk menyesuaikan terhadap grup tersebut.

Pengaruh ketiga atas pilihan konsumen adalah respon konsumen adalah hasil  akhir  proses  keputusan  konsumen  dan  merupakan  pertimbangan  integral seluruh buku ini. Respon konsumen umumnya berkenaan terhadap pilihan merek, namun bisa juga berkenaan terhadap pilihan kategori produk, pilihan toko, pilihan media komunikasi (mencari informasi dari TV ,radio atau membaca majalah).

===== 0000 ======

Cacat Mental

Posted in Uncategorized oleh fjrrsp pada Juni 6, 2010
Mongolisma (Down’s Syndrome) ditandai oleh kelainan jiwa atau cacat mental mulai dari yang sedang sampai yang berat. Merupakan kelainan bawaan sejak lahir yang terjadi pada 1 di antara 700 bayi.

GEJALA

* Umumnya lebih pendek dari anak yang umurnya sebaya
* Kepandaiannya lebih rendah dari yang normal
* Lebar tengkorak kepala pendek, mata sipit dan turun, dagu kecil, lidah menonjol keluar, tangan lebar dengan jari-jari pendek
* Pada beberapa orang, mempunyai kelainan jantung bawaan

PENYEBAB

* Kelebihan kromosom berada di tempat yang tidak normal
* Ibu hamil setelah lewat umur 40 tahun kemungkinan melahirkan bayi dengan Dow’s Syndrome
* Inveksi virus atau keadaan yang mempengaruhi sistem daya tahan tubuh selama ibu hamil
* Paparan pada radiasi

KOMPLIKASI

* Penyakit Alzheimer’s (kemunduran susunan syaraf pusat)
* Leukimia

YANG DAPAT ANDA LAKUKAN

* Konsultasi ke dokter jika merasa anak anda Down’s Syndrome

TINDAKAN DOKTER

Apa arti Sahabat

Posted in Uncategorized oleh fjrrsp pada Juni 6, 2010

Sahabat. Apa sih arti dari sebuah persahabatan?? Ada yang bilang sahabat itu adalah teman yang benar-benar dekat sampai tahu hal-hal kecil tentang kita. Ada juga yang bilang sahabat itu kalau kemana-mana selalu bareng. Tetapi salah satu sahabat saya bilang, sahabat itu adalah teman dalam suka dan duka, tapi tahu batas dimana suatu saat ketika teman dapat masalah, kita harus membiarkan dia mengatasi masalahnya sendiri agar teman tersebut tumbuh lebih matang dan mandiri.

Terkadang saya dengan enteng menyebut, dia itu sahabat saya. Tapi ketika ditanya ini itu tentang sahabat saya yang berhubungan dengan keluarga, pendidikan dan lain-lain, saya bingung jawabnya. Dari situ saya mikir, apa saya ini sahabat yang baik? Apa saya pantas disebut sahabat? Karena saya menganggap sahabat adalah orang yang bisa melihat kita dari hati ke hati, bukan karena tampang, materi, latar belakang, pendidikan dan lain-lain. Karena itu saya memang jarang menanyakan hal-hal yang berbau privacy ke sahabat-sahabat saya. Saya lebih sebagai pemberi masukan dan penerima keluh kesah sahabat-sahabat saya. Bukannya saya orang yang nggak peduli dan nggak mau tau, tapi menurut saya persahabatan bukan dinilai dari sedalam apa kita tau tetek bengek orang tersebut, melainkan sedalam apa kita memahami orang tersebut. Saya sudah ngerasain pahitnya persahabatan ketika saya bilang dia sahabat saya, ternyata dia hanya memanfaatkan apa yang saya punya dan lain-lain. Ketika saya sedang jatuh, dia malah meninggalkan karena merasa ga ada yang bisa diberikan oleh saya.

Cuma segitu arti persahabatan ??

Suatu hari saya menyatakan A adalah sahabat saya. Ketika A ditanyakan, siapa sahabat kamu, A menjawab B, C, D, namun tidak menyebutkan nama saya. Dari sini saya mencoba memikir ulang. Apakah saya bukan termasuk sahabatnya? Apa saya bukan sahabat yang baik? Hal ini sering terbesit dalam pikiran saya Teman saya banyak. Saya pergi dengan teman-teman yang berbeda. Namun apakah mereka adalah sahabat saya? Karena terkadang teman untuk hang out berbeda dengan sahabat.

Ada seorang sahabat saya mengirim sms pernyataan, “Saya nggak berharap untuk jadi orang yang terpenting dalam hidup kamu, itu permintaan yang terlalu besar. Saya cuma berharap suatu hari nanti kalo dengar nama saya, kamu bakal tersenyum dan bilang, dia sahabat saya.” Damn! Itu benar-benar merasuk ke hati saya. Itulah kata-kata yang saya cari. Saya tidak butuh pernyataan apa-apa. Tapi ketika ada orang menyebutkan nama saya, ia akan bilang “Chika adalah sahabat saya”. Saya nggak perlu menyebutkan siapa-siapa aja sahabat saya, because you know who you are. Buat saya, sahabat adalah orang yang menganggap saya sebagai sahabat. Kita tidak perlu nyebutin sahabat saya adalah A, B, C, D, E. Karena 1 nama saja terlupakan, orang itu pasti akan sedih. Begitupun sebaliknya. Kalo sahabat kamu menyebutkan nama-nama sahabatnya namun lupa untuk menyebutkan nama kamu, kamu pasti sedih. Karena itu saya cuma bisa dibilang orang-orang yang merupakan sahabat saya adalah orang-orang yang menganggap saya sebagai sahabat.

Berikut adalah kutipan pernyataan dari seorang sahabat:

Seorang teman tetap memberi ruang gerak pribadi, privacy sebagai seorang manusia. Dan kita akan berasa deket dengan dia walaupun ga ketemu dan ga kontak dalam waktu yang lama. Karena pertemanan itu pada dasarnya dari ikatan hati. Ga bakal ilang walaupun dimensi jarak memisahakan kita. Kita harus mengkui bagaimanapun juga kita ga bisa menghilangkan dia dari hati kita. Dan tanpa teman, kita ga akan seperti sekarang ini.

Chika says:

“Manusia selalu hidup berkelompok. Tiada manusia yang dapat hidup dalam kesendirian. Apabila ada, maka manusia tersebut benar-benar mahluk yang malang dan hidupnya tentu tidak berwarna.”

Tips Mendeteksi Kebohongan lewat Bahasa Tubuh ( Body Language )

Posted in Uncategorized oleh fjrrsp pada Juni 6, 2010

Tiada orang satupun yang suka dibohongi apalagi oleh orang-orang yang kita cintai. Seringkali kebohongan yang diberikan berdampak negatif terhadap baik hubungan pertemanan , kekerabatan maupun hubungan asmara.

Ada beberapa tips yang dapat kamu pakai untuk mendeteksi kebohongan diantaranya adalah sebagai berikut :

1…. Bagi orang yang jarang berbohong/ karena agama dan kepercayaannya menyatakan bahwa berbohong itu adalah suatu kesalahan , maka ia akan menyentuh bagian hidung / telinga sebagai tanda apa yang diucapkannya berbeda dengan apa yang dipercayainya.

2… Bagi orang yang sedang berbohong , maka dia akan mengalihkan pandangannya ketempat lain dengan tujuan menciptakan informasi baru yang dapat dipakai sebagai pernyataan

3… Telapak tangan akan jarang terlihat jelas dan cenderung disembunyikan baik dalam kantong celana ataupun cara lainnya. Bila seseorang sedang berbohong , ia akan menaruh telapak tangannya kebawah dan menutupinya tapi bila seseorang sedang berkata jujur , ia akan menampakkan telapak tangannya selama pembicaraan

4… Posisi bagian punggung seseorang yang sedang berbicara dapat menunjukkan apakah dia sedang berbohong atau tidak. apabila pada saat seseorang berbohong , secara tidak sadar ia akan merasa bersalah . Tentunya rasa bersalah ini termanifestasikan dalam kondisi tubuh yang agak membungkuk / tidak tegap.

5… Lawan bicara akan merasa resah apabila dia telah berbohong / memberikan informasi yang tidak benar dan keresahan ini dapat kamu lihat melalui sikap seperti menggigit kuku , berkeringat , mengetuk-ngetuk jari tangan ke meja atau tangan , posisi duduk yang selalu berubah , memainkan benda-benda disekitarnya , mengetuk-ngetuk sepatu ke lantai atau bersiul

6… Menghindari/ mengganti topik pembicaraan dapat menjadi pertanda bahwa lawan bicara kamu sedang merasa resah karena dia telah memberikan informasi yang tidak benar alias berbohong

7… Kecepatan berbicara yang berubah menjadi pelan dan terkadang berhenti dapat mengindikasikan bahwa lawan bicara kamu sedang berbohong. Hal ini disebabkan dia sedang berusaha menciptakan informasi-informasi baru yang logis demi menutupi kebohongannya.

Selamat Mencoba…!

10 Cara Menjadi Pribadi Yang Menarik

Posted in Uncategorized oleh fjrrsp pada Juni 6, 2010

Kata kunci yang harus diperhatikan dalam berhubungan dengan orang lain adalah harga diri. Begitu pentingnya harga diri, sehingga tidak sedikit orang yang mempertaruhkan nyawanya demi mempertahankan harga dirinya. Untuk menjadi pribadi yang disukai, harus terus belajar memuaskan harga diri orang lain. Karena dengan harga diri yang terpuaskan, orang bisa menjadi lebih baik, lebih menyenangkan, dan lebih bersahabat.

1.ROYALAH DALAM MEMBERI PUJIAN
Pujian itu seperti air segar yang bisa menawarkan rasa haus manusia akan penghargaan. Dan kalau Anda selalu siap membagikan air segar itu kepada orang lain, Anda berada pada posisi yang strategis untuk disukai oleh orang lain. Caranya? Bukalah mata lebar-lebar untuk selalu melihat sisi baik pada sikap dan perbuatan orang lain. Lalu pujilah dengan tulus.

2.BUATLAH ORANG LAIN MERASA DIRINYA SEBAGAI ORANG PENTING
Tunjukkanlah dengan sikap dan ucapan bahwa anda menganggap orang lain itu penting. Misalnya, jangan biarkan orang lain menunggu terlalu lama, katakanlah maaf bila salah, tepatilah janji, dsb.

3.JADILAH PENDENGAR YANG BAIK
Kalau bicara itu perak dan diam itu emas, maka pendengar yang baik lebih mulia dari keduanya. Pendengar yang baik adalah pribadi yang dibutuhkan dan disukai oleh semua orang. Berilah kesempatan kepada orang lain untuk bicara, ajukan pertanyaan dan buat dia bergairah untuk terus bicara. Dengarkanlah dengan antusias, dan jangan menilai atau menasehatinya bila tidak diminta.

4.USAHAKANLAH UNTUK SELALU MENYEBUTKAN NAMA ORANG DENGAN BENAR
Nama adalah milik berharga yang bersifat sangat pribadi. Umumnya orang tidak suka bila namanya disebut secara salah atau sembarangan. Kalau ragu, tanyakanlah bagaimana melafalkan dan menulis namanya dengan benar. Misalnya, orang yang dipanggil Wilyem itu ditulisnya William, atau Wilhem? Sementara bicara, sebutlah namanya sesering mungkin. Menyebut Andre lebih baik dibandingkan Anda. Pak Peter lebih enak kedengarannya daripada sekedar Bapak.

5.BERSIKAPLAH RAMAH
Semua orang senang bila diperlakukan dengan ramah. Keramahan membuat orang lain merasa diterima dan dihargai. Keramahan membuat orang merasa betah berada di dekat Anda.

6.BERMURAH HATILAH
Anda tidak akan menjadi miskin karena memberi dan tidak akan kekurangan karena berbagi. Seorang yang sangat bijak pernah menulis, Orang yang murah hati berbuat baik kepada dirinya sendiri. Dengan demikian kemurahan hati disatu sisi baik buat Anda, dan disisi lain berguna bagi orang lain.

7.HINDARI KEBIASAAN MENGKRITIK, MENCELA ATAU MENGANGGAP REMEH
Umumnya orang tidak suka bila kelemahannya diketahui oleh orang lain, apalagi dipermalukan. Semua itu menyerang langsung ke pusat harga diri dan bisa membuat orang mempertahankan diri dengan sikap yang tidak bersahabat.

8.BERSIKAPLAH ASERTIF
Orang yang disukai bukanlah orang yang selalu berkata Ya, tetapi orang yang bisa berkata Tidak bila diperlukan. Sewaktu-waktu bisa saja prinsip atau pendapat Anda berseberangan dengan orang lain. Anda tidak harus menyesuaikan diri atau memaksakan mereka menyesuaikan diri dengan Anda. Jangan takut untuk berbeda dengan orang lain. Yang penting perbedaan itu tidak menimbulkan konflik, tapi menimbulkan sikap saling pengertian. Sikap asertif selalu lebih dihargai dibanndingkan sikap Yesman.

9.PERBUATLAH APA YANG ANDA INGIN ORANG LAIN PERBUAT KEPADA ANDA
Perlakuan apapun yang anda inginkan dari orang lain yang dapat menyukakan hati, itulah yang harus anda lakukuan terlebih dahulu. Anda harus mengambil inisiatif untuk memulainya. Misalnya, bila ingin diperhatikan, mulailah memberi perhatian. Bila ingin dihargai, mulailah menghargai orang lain.

10.CINTAILAH DIRI SENDIRI
Mencintai diri sendiri berarti menerima diri apa adanya, menyukai dan melakukan apapun yang terbaik untuk diri sendiri. Ini berbeda dengan egois yang berarti mementingkan diri sendiri atau egosentris yang berarti berpusat kepada diri sendiri. Semakin Anda menyukai diri sendiri, semakin mudah Anda menyukai orang lain, maka semakin besar peluang Anda untuk disukai orang lain. Dengan menerima dan menyukai diri sendiri, Anda akan mudah menyesuaikan diri dengan orang lain, menerima mereka dengan segala kekurangan dan keterbatasannya, bekerjasama dengan mereka dan menyukai mereka. Pada saat yang sama tanpa disadari Anda memancarkan pesona pribadi yang bisa membuat orang lain menyukai Anda.

Perkembangan Teknolgi seluler

Posted in Uncategorized oleh fjrrsp pada Juni 6, 2010

1G wireless : _ AMPS (Advanced Mobile Phone Service)
Analog Voice Service : Hanya bisa melakukan layanan voice/suara berbentuk analog dan tidak
bisa melakukan layanan data.

2G wireless : _ CDMA (Code Division Multiple Access)
_ TDMA (Time Division Multiple Access)
_ GSM (Global System for Mobile Communications)
_ PDC (Personal Digital Cellular)
Digital Voice service : Layanan voice/suara sudah berbentuk digital.
– Kecepatan Data :9.6K to 14.4K bit/sec.
– CDMA, TDMA and PDC offer one-way data transmissions only : pengiriman data hanya terjadi
satu arah.
– Ada layanan tambahan seperti Caller ID
– Layanan data Tidak selalu dalam posisi on/hidup

3G wireless : _ W-CDMA (Wide-band Code Division Multiple Access)
_ CDMA-2000
Superior voice quality : Kualitas suara sudah sangat baik
– Kecepatan Data :up to 2M bit/sec
– Layanan data selalu dalam kondisi on/hidup
Broadband data services : layanan data seperti video streaming dan multimedia

Lain kali saya sambung ya…semoga bermanfaat… kedip

Fungsi Ginjal Dan Ragam Penyakit Ginjal

Posted in Uncategorized oleh fjrrsp pada Juni 6, 2010

Apakah fungsi ginjal ?
Ginjal merupakan organ penting dalam tubuh dan berfungsi untuk membuang sampah metabolisme dan racun tubuh dalam bentuk urin / air seni, yang kemudian dikeluarkan dari tubuh.

Apakah yang dimaksud dengan gagal ginjal ?
Gagal ginjal adalah keadaan penurunan fungsi ginjal, penimbunan racun dan sampah metabolisme. Berat ringannya gejala tergantung kerusakan ginjal yang terjadi.

Bagaimana gejala gagal ginjal ?
Gagal ginjal akan menimbulkan kumpulan gejala yang disebut sindroma uremi, berupa :
– Mual, muntah
– Nafsu makan menurun
– Sakit kepala, lemah
– Sering masuk angin
– Sesak nafas, kembung, diare
– Sering ‘ceguken’
– Mula-mula sering kencing malam hari, kemudian kencing berkurang atau sama sekali tidak kencing
– Pada keadaan berat terdapat penurunan kesadaran disertai kejang-kejang

Ada berapa macam gagal ginjal ?
Gagal ginjal ada 2 macam :
– Gagal Ginjal Akut (GGA), timbulnya mendadak, bila dikelola baik akan sembuh sempurna.
– Gagal Ginjal Kronik (GGK)
, terjadinya perlahan-lahan, tidak dapat sembuh. Dengan berobat teratur dapat menghambat memburuknya fungsi ginjal.

Apa penyebab Gagal Ginjal Akut ?
Penyebab pre renal : muntaber, perdarahan, luka bakar yang luas. – Penyebab renal : glomerulonefritis akut (muka sembab, kaki bengkak, tekanan darah meningkat, kadang disertai nyeri pinggang dan kencing berwarna merah), keracunan obat.
– Penyebab post renal
: sumbatan saluran kemih (batu, tumor, bekuan darah, dsb). Ditandai nyeri pinggang hebat seperti diremas-remas, kadang-kadang kencing berwarna merah, berkurang atau sama sekali tidak kencing.

Apa penyebab Gagal Ginjal Kronik ?
Glomerulonefritis kronik (muka sembab, tekanan darah tinggi, kencing berkurang hilang timbul)
Diabetes melitus
Hipertensi
Batu ginjal
Obat-obatan

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah gagal ginjal ?
Untuk mencegah terjadinya gagal ginjal, apabila anda menjumpai keadaan-keadaan seperti tersebut di atas, maka segeralah pergi dan konsultasikan dengan dokter anda. Lakukan pengecekan laboratorium terhadap urine, ureum dan kreatinin setiap 6 bulan sekali

Bagaimana mengelola gagal ginjal ?
Penatalaksanaan gagal ginjal :
– Konservatif : diet, obat-obatan dan kontrol teratur
– Terapi ginjal pengganti (TGP) : dilakukan bila cara konservatif tidak berhasil yaitu dengan cangkok ginjal

Psikopat!!

Posted in Uncategorized oleh fjrrsp pada Juni 6, 2010

Secara harfiah psikopat berarti sakit jiwa, berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Psikopat tak sama dengan gila (skizofrenia/psikosis). Seorang psikopat sadar sepenuhnya dengan perbuatannya.

Menurut Robert Hare, yang telah melakukan penelitian psikopat sekitar 25 tahun, seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri.

Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuh, pemerkosa, dan koruptor. Namun, ini hanyalah 15-20 persen dari total psikopat.

Selebihnya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa, menyenangkan, dapat menguasai berbagai ilmu pengetahuan, bersikap religius, dan kelihatan tampak sukses dalam karier. “Psikopat yang karismatik dan well educated inilah yang paling sulit dideteksi,” kata Hare, yang menjadi pembicara dalam seminar psikopat.

Psikopat sejati menghancurkan semangat, karier, dan reputasi seseorang, yang menyebabkan korbannya sering merasa bersalah terhadap dirinya sendiri dan sebaliknya malah mengasihani psikopat. Lantas, korban psikopat menjadi mudah tersinggung, depresi kroni, sampai nervous breakdown.

Bila kata psikopat disebut, pikiran mungkin langsung melayang pada Hannibal Lector, pembunuh berantai dalam film Silence of the Lamb, sosok “sempurna” dan ‘normal” yang jauh lebih jahat dari penampilannya. Seperti Hannibal, seorang psikopat memang kerap menipu lewat penampilan.

Untunglah, manusia seperti Hannibal – yang sangat menyukai upacara penyiksaan – tergolong spesies langka di muka Bumi. Kau ada sejuta orang seperti Hannibal, mungkin akan banyak manusia pindah ke Bulan, karena Bumi tak lagi aman. Meski bisa jadi, tanpa disadari, sebenarnya banyak psikopat lain yang berpenampilan sama sempurna dan sama normalnya dengan Hannibal, berkeliaran bebas di sekitar kita!

Maaf, bukan menakut-nakuti. Peringatan di atas sekadar mengutip iklan “Seminar Akbar Nasional Psikopat” yang digelar 21 – 22 Januari 2006 di Jakarta. Bukan menakut-nakuti juga, kalau ternyata tiga dari 10 pria Amerika Serikat, dan satu dari 30 orang Inggris adalah psikopat. Penampilan mereka tak jarang seperti idaman banyak orang: berbudi luhur, mulia, atau berkedok agama sesuai keyakinannya.

Mereka pun profesional di bidangnya. Ada yang dokter, psikiater, psikolog, penegak hukum, wartawan, pemuka agama, politikus, penggiat LSM, pendidik, ibu rumah tangga. Tak ketinggalan, mereka juga punya banyak julukan. Mulai dari yang keren sampai menyeramkan, seperti a white collar crime, the best actor, atau “serigala berbulu domba”.

Diagnosis Panjang

* Adakah cara mengenali para psikopat yang berkeliaran itu? Secara klinis, jelas tak mudah, karena untuk sampai pada kesimpulan seseorang tergolong psikopat atau bukan.

“Harus melalui proses panjang dan sulit. Diagnostik sahih mesti disimpulkan setelah usia orang yang dicurigai lebih dari 18 tahun,” papar dr. Suryantha Chandra, Sp.KJ, kepala Sanatorium Dharmawangsa, Jakarta.

Sampai saat ini, pasien yang ditangani Sanatorium Dharmawangsa, yang akhirnya disimpulkan sebagai psikopat, rata-rata berusia antara 25 – 35 tahun. Sebuah rentang usia produktif. Sedangkan jumlahnya kurang dari 10% dari seluruh pasien yang datang.

Pada dasarnya, psikopat adalah sebutan singkat untuk gangguan kejiwaan, yang awalnya dikenali sebagai kenakalan remaja dan gangguan kepribadian antisosial (emosi dangkal, gampang meledak-ledak, tak bertanggungjawab, berpusat pada diri sendiri, serta kekurangan empati dan rasa sesal).

Penderitanya dianggap terlalu cuek, bipolar, keadaan pada bidang perasaan yang sangat ekstrem, seperti senang terus, terlalu banyak gagasan, berwawasan luas, selalu ingin mendapatkan semua, maniakal, bersifat manis yang memaksa serta suka mengambil jalan pintas untuk meraih keinginannya, megalomania.

Terapi seumur-umur

* Untuk “menangkap’ psikopat diperlukan kerja tim ahli, mulai dari dokter, psikiater, psikolog, pekerja sosial, sampai occupational therapist (instruktur untuk memberi tugas atau pekerjaan tertentu).

Mereka bekerja berdasarkan holistic-eclectic approach, pendekatan bio-psiko-sosial yang akan memeriksa dan menilai faktor organ biologis, psiko-pendidikan, sosial budaya, dan religius-spiritualitas pasiennya.

Pemeriksaan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama, khusus kesehatan otak dan tubuh, lewat brain scanning, EEG, MRI, rontgen dan general check up. Pada tahap ini, tahun 1995, sebuah tim peneliti pimpinan Dominique LaPierre (Kanada) memaparkan hasil penelitian terhadap otak 30 pelaku kriminal. Ternyata ditemukan kelainan pada bagian prefrontal cortex (orbitofrontal – ventromedial), lobus temperalis, lapisan otak di arah pelipis kiri dan kanan, yang mempengaruhi kemampuan mengikuti aturan sosial dan etika.

Pemeriksaan tahap kedua, wawancara dengan psikiater yang menggunakan DSM-IV (The American Psychiatric Association Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder versi IV). Di Inggris penggunaan patokan ini berhasil menemukan 3% pria dan 1% wanita, yang “tertangkap” mengalami gangguan kepribadian antisosial.

Untuk menyimpulkan hasil wawancara, apalagi memberikan “gelar” psikopat, psikiater harus memperhatikan gejala kepribadian pasien, terutama sejak pasien berusia 15 tahun. Apakah ia sedikitnya kerap melakukan tiga dari tujuh ciri khas berikut ini: (1) gagal mengikuti norma sosial dan hukum, hingga berkali-kali ditahan pihak berwajib, (2) berulang-ulang berbohong, menggunakan berbagai alasan, lihai bicara, menipu untuk keuntungan pribadi atau sekadar bersenang-senang.

Atau (3) meledak-ledak dan tak punya perencanaan, kalau ingin sesuatu, harus saat itu juga dilakukan, (4) mudah tersinggung dan berangasan, sehingga sering terlibat penyerangan atau adu jotos, (5) tak peduli keselamatan diri sendiri atau orang lain, (6) tak bertanggungjawab, misalnya kerja sering tak beres dan ngemplang utang, (7) nyaris tak punya rasa sesal dan bersalah setelah menyakiti, menganiaya bahkan mencuri.

Karena segenap perbuatan di atas merupakan masalah perilaku, orangtua dan orang-orang terdekat sebaiknya mulai memberi perhatian lebih, bila anak atau orang yang dikenalnya melakukan hal-hal di atas berulang-ulang sebelum usianya menginjak 15 tahun.

“Mereka mesti hati-hati, banyak baca rujukan tentang gangguan kepribadian, konsultasi dengan psikolog dan psikiater. Bila usia pasien belum 15 tahun, para ahli paling-paling hanya akan memberi nasihat untuk mengamati dan jaga-jaga. Misalnya, simpan baik-baik barang berharga dan uang, agar pasien tak terpancing mencuri, termasuk mencuri milik keluarga sendiri,” saran dr. Suryantha.

Dicarikan pekerjaan

* Tahap ketiga, keberadaan psikopat bisa dipertegas lewat psikotes. Psikopat umumnya ber IQ tinggi. Tes dilakukan dengan MMPI (Minnesota Multi Phasic Personality Inventory), pengukur psikotes yang versi Indonesianya disebut MIMPI.

Perangkat berskala 1 – 10 ini mengukur psychopathic deviate (Pd) alias kecenderungan psikopat. Ada skala dua untuk depresi, empat untuk psikopat, dan enam untuk paranoid.

Tahap keempat, dengan allo-anamnesa, pekerja sosial mengumpulkan info dari orang-orang terdekat pasien, semisal orangtua, guru, teman, rekan kerja, atasan, tentang keadaan dan perilaku orang yang dicurigai dari waktu ke waktu. Berpatokan pada lima tingkat multiaxial system akan diketahui apakah pasien mengalami gangguan klinis (axis I), gangguan kepribadian dan keterbelakangan mental (II), keadaan medis secara umum (III), masalah lingkungan dan psiko-sosial (IV), dan penilaian fungsi secara umum (V).

Semua pemeriksaan harus dilakukan dengan teliti. Kalau pasien ditengarai psikopat, penanganan dan pengobatannya disesuaikan dengan hasil pemeriksaan. Secara organ biologis, ia seumur hidup perlu mengonsumsi obat untuk menjaga kestabilan sumber “listrik” dasar di otaknya yang mengatur emosi. Pusat letupan dijaga agar relatif tenang, karena pada keadaan inilah diharapkan ia bisa lebih menyadari apa yang dikatakan dan dilakukan secara lebih bertanggungjawab.

Selanjutnya, dilakukan penanganan medis per kasus. Misalnya, penyandang cacat tubuh yang biasa memanfaatkan cacatnya secara berlebihan untuk dikasihani dan menggantungkan diri sehingga membebani orang lain, diberi latihan fisik agar bisa lebih bersaing dengan keterbatasan fisiknya.

Sementara tujuan bimbingan psiko-pendidikan secara psikologis untuk menyadarkan seorang psikopat, agar lebih mengendalikan perilaku dan memahami, bahwa sejumlah tindakannya melanggar norma hukum dan sosial.

Secara sosial budaya dan agama juga dilakukan bimbingan per kasus. Kalau problemnya karena menganggur, occupational therapist akan mengusahakan mencarikan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuan pasien, bergaul dan lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Semuanya mengacu ke prinsip eclectic, mengutamakan atau memilih yang harus didahulukan.

Penanganan dan pengobatan penyandang psikopat minimal memakan waktu tiga tahun. Sanatorium Dharmawangsa menegaskan, pengobatan pasien dengan gangguan jiwa ini tak ada penyelesaiannya. Artinya, penanganan dan pengobatan harus dilakukan terus-menerus, dengan kerja sama banyak pihak, karena masalahnya tak selalu mudah. Bagaimana kalau si penderita ternyata pejabat, pengusaha atau orang penting?

Dipicu budaya sakit,

* Memang, gelar psikopat kadang nemplok tanpa pilih tempat. Apalagi sering tanpa sadar masyarakat modern sendiri ikut andil melahirkan psikopat. Karena beratnya tekanan hidup, berbagai hal yang menyimpang dari norma dan hukum, justru menjadi aktivitas “sehari-hari”.

Praktik-praktik proyek fiktif, penggelapan pajak, atau aji mumpung-nya para pejabat dan pengusaha contohnya, dianggap sebagai hal biasa. Sistem pendidikan yang hanya mengejar prestasi, juga bisa memicu tumbuhnya pribadi psikopat. Bila tiap anak dituntut menjadi nomor satu, sementara ia sadar kemampuannya terbatas, apa yang terpikir olehnya untuk mencapai tujuan itu? Bisa saja dia mencari jalan pintas.

Dibandingkan dengan Amerika Serikat dan Inggris, kita memang miskin data. Wajar bila tak bisa diketahui populasi psikopat yang ada di tengah masyarakat. Namun, sepanjang “budaya sakit” seperti di atas masih kuat berakar di masyarakat, rasanya tidak berlebihan bila dikatakan, sebenarnya banyak orang bergejala psikopat mondar-mandir di sekitar kita.*

Hare mengungkapkan, ada empat ciri utama seorang psikopat (mudah-mudahan kita tak masuk di dalamnya). Yakni, karakter antisosial (antisocial), pribadi yang sulit diduga (borderline), pandai bersandiwara (histrionic), dan luar biasa egois (narcisstic). Hare tegas-tegas mengategorikan keempat ciri ini sebagai kelainan kepribadian (personality disorder), meski sekilas –apalagi di dunia yang semakin kosmopolitan ini– hal tadi tampak lumrah.

Kelainan kepribadian itu bukannya tak kasat mata. Pribadi antisosial, kata Hare, melahirkan kecenderungan melanggar norma-norma sosial atau mengintervensi orang lain (apakah kita termasuk di dalamnya?). Pribadi borderline dicirikan ketidakstabilan dalam hubungan interpersonal, ketidakstabilan citra diri, serta tak kuasa menurutkan kata hati (apakah kita termasuk di dalamnya?).

Sementara pribadi histrionic tampak dari kecenderungan emosi yang meledak-ledak, serta selalu ingin menarik perhatian (apakah kita termasuk di dalamnya?). Dan narcisstic ditunjukkan dengan keinginan kuat untuk selalu dikagumi yang dibarengi minimnya empati terhadap orang lain (apakah kita memenuhi kriteria ini?).

Hare mengantongi sejumlah indikator psikopat lainnya. Tapi singkatnya, terang dia, psikopat dicirikan oleh ‘anomali’ pada hubungan interpersonal serta faktor gaya hidup yang menyimpang. Sifat-sifat yang kerap tampak dari kedua ciri utama itu adalah: miskin empati, manipulatif, egosentris, pembohong, mudah frustrasi, memiliki perasaan yang dangkal, hubungan interpersonal yang episodik, gaya hidup parasit, dan kecenderungan melanggar norma-norma sosial. (Apakah kita memiliki salah satunya?).

Akhirnya, seabrek sifat buruk ini –seperti ditemui pada banyak psikopat– mengerucut pada satu karakter tunggal: hipokrit alias munafik. Inilah karakter asli psikopat (hati-hati!). Berwajah ganda, tampilan psikopat seringkali menipu. Inilah alasan mengapa sang polisi pembantai asal Jambi, M Gribaldhy H Yani, luput dicurigai selama hampir sepuluh tahun. Nyatanya, Dr Hervey Cleckley telah memperingatkan jauh-jauh hari. Dalam buku Mask of Sanity (1947), perintis psikopat asal AS ini menyatakan bahwa psikopat adalah pribadi yang, ”Mudah disukai orang, menarik (charming), perangainya tampak intelek, perhatian, impresif, amat percaya diri (bahkan kerap menginspirasi orang lain), (bagi pria) pintar merayu wanita. Pribadi para penjilat?

Yang jelas, lanjut Hervey, di balik karakter yang menawan tadi psikopat-psikopat ini membawa sifat inheren yang negatif, yakni tidak bertanggung jawab (iresponsible), merusak diri sendiri (self destructive), dan yang serupa dengannya. Berdasarkan konstruk psikopat yang ada Hare kemudian mengembangkan alat ukur psikopat yang dikenal dengan nama PCL-R (Psychopathy Checklist Revised) pada 1985. Alat ukur ini lantas digunakan secara luas sebagai rujukan utama. Sarlito Wirawan berpendapat, dari fakta-fakta empiris yang ada, pengertian psikopat dan ruang lingkupnya perlu diklarifikasi. Sejauh ini definisi psikopat lebih disesuaikan dengan persepsi masyarakat tentang psikopat.

Delapan gejala perilaku psikopat

# memiliki keahlian untuk menjadi pusat perhatian, dia pintar melucu, pintar berbicara, pandai menyanyi dll
# Egosentrik dan megalomania, ia menganggap dirinya paling hebat dan dapat menguasai orang lain, sulit menerima pendapat orang lain, sulit menjadi bawahan orang lain.

# hidup sebagai parasit, ia menggunakan orang lain untuk mencapai tujuannya, umumnya ber IQ tinggi dan memiliki beragam alasan yang tampaknya masuk akal untuk memanfaatkan orang lain.
# menipulatif dan curang, mudah sekali berbohong tanpa merasa bersalah sedikitpun, memiiki “ilmu kebohongan” yang tinggi.
# tidak merasa bersalah dan menyesal, pandai meyakinkan “atas nama kebaikan”. setiap perbedaan pendapat ditanggapi sebagai permusuhan yang menjerumuskan dirinya.
# tidak dapat berempati, jika orang lain susah dan kehilangan sesuatu ia manganggapnya sebagai konsekuensi logis, ia hanya mencari anda jika ia memerukan bantuan anda.
# tidak bertanggung jawab, sulit melakukan pekerjaan dengan baik, tidak ada yang dapat dituntaskan dengan sempurna dengan sejuta alasan.
# impulsif, cepat sekali berubah pikiran dan meniadakan kesepakatan2 yang ia buat sendiri, komitmennya diragukan, prinsipnya tidak ada yang abadi dan semua hal bisa berubah seketika.

Psikopat sejatitampak seperti pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa, menyenangkan, dapat menguasai berbagai ilmu pengetahuan, bersikap religius, dan kelihatan tampak sukses dalam karier.

Psikopat sejati juga mampu menghancurkan semangat, karier, dan reputasi seseorang, yang menyebabkan korbannya sering merasa bersalah terhadap dirinya sendiri mudah tersinggung, depresi kroni, sampai nervous breakdown.

Kelainan Otak

Apa penyebab psikopat? Belum jelas benar hingga kini. Tapi hipotesis yang diajukan Hare menduga psikopat terjadi akibat kelainan fungsi otak. Ini didasarkan pengalaman Hare saat memeriksa seorang pasien psikopat berusia 46 tahun bernama Al. Pada otak Al terbukti ditemukan kelainan. Al tidak dapat memisahkan stimulus yang bersifat rasional dari yang emosional. Semua stimulus diolah sekaligus oleh belahan otak kiri (pusat rasio) dan otak kanan (pusat emosi). Karena itu, menurut Hare, seorang psikopat tidak sekadar berbohong atau hipokrit, tapi juga ada sesuatu yang lebih serius, yakni ada kelainan di otaknya.

Dugaan adanya faktor biologis ini juga muncul dalam laporan Pridmore, Chambers dan McArthur pada 2005. Mereka melaporkan adanya hubungan antara gejala psikopat dengan kelainan sistem serotonin, kelainan struktural, dan kelainan fungsional pada otak. Temuan lain disampaikan pula oleh Litman setahun sebelumnya. Ia menyebutkan, penderita psikopat mengalami kelainan neurologik pada sindrom erotic violence. Pada 2003, Raine juga mengungkapkan ada kelainan Corpus collosum pada sosok psikopat.

Laporan lain soal penyebab psikopat diutarakan Kirkman (2002). Ia menyatakan, pengidap kepribadian psikopat memiliki latar belakang masa kecil yang tak memberi peluang untuk perkembangan emosinya secara optimal. Anak-anak salah asuh ini akan tumbuh menjadi orang-orang yang tak bisa berempati dan tak memiliki kata hati (consceince).

Terapi dan pencegahan

Hare pesimistis psikopat ada obatnya. Tapi Kirkman melihat ada peluang membebaskan psikopat dari kepribadian mautnya. Lantaran belum dipastikan penyebabnya, Hare berpendapat psikopat belum bisa dipastikan dapat disembuhkan atau tidak. Menurut dia, perawatan terhadap psikopat bukan saja tidak menyembuhkan, tapi seringkali menambah parah gejalanya. Sebab, sang psikopat bisa makin canggih dalam memanipulasi perilakunya.

Kirkman (2002) yang menduga kepribadian psikopat berawal karena salah asuh, berpendapat bahwa psikopat dapat dicegah. Dengan catatan, indikasi kelainan kepribadian tersebut dapat dideteksi sedini mungkin. Misalnya, dengan memberi asuhan (terapi) sedemikian rupa untuk meminimalkan risiko individu akibat kekurangan afeksi pada masa kecilnya. Antisipasi ini dilakukan agar cikal-bakal kepribadian psikopat dapat ditangkal.

Tapi, hati-hati, jangan-jangan, kita sudah menjadi psikopat!

Tahukah anda bahwa Usaha Warnet dan Games Online merupakan usaha yang sangat menguntungkan dan bermanfaat ?? Mengapa demikian ?

Posted in Uncategorized oleh fjrrsp pada Juni 6, 2010
  1. Kebutuhan akan internet dan Games Online yang semakin besar dimana saat ini hanya 5 % penduduk di Indonesia yang telah menikmati internet dan diperkirakan 10 tahun lagi 60% penduduk indonesia akan menikmati internet.
  2. Semakin seringnya dan luasnya orang yang mengakses situs internet seperti facebook dan friendster baik muda maupun tua, sehingga kebutuhan akan internet dan warnet semakin pesat.
  3. Pesaing yang masih sangat sedikit terutama di daerah
  4. Tingginya minat anak dan remaja di Indonesia untuk bermain bersama-sama dengan temannya di Warnet dan Games Online
  5. Munculnya warnet di suatu daerah akan memicu berkembangnya ilmu pengetahuan di daerah tersebut.
  6. Cepatnya rasio balik modal untuk usaha warnet dengan sistem yang baik
  7. Tidak semua orang bisa membuat warnet dengan baik karena itu tingkat persaingan masih kurang.

Karena itu usaha warnet adalah usaha yang sangat menguntungkan dan bermanfaat !!!

Tetapi beberapa orang yang telah mencoba membuka usaha internet menemui beberapa kendala, hal ini dikarenakan untuk membutuhkan warnet diperlukan ilmu dan keterampilan yang memadai.

Untuk itu kami dari Warnet Gue dengan manajemen lulusan Ilmu Komputer Universitas Indonesia dan telah memenangkan penghargaan Wirausaha Muda Mandiri berniat untuk membantu anda dengan memberikan ilmu dan keterampilan kami agar investasi anda menguntungkan dan  tepat sasaran.

Harapan kami dengan kerjasama ini kita bersama-sama dapat meraih keuntungan sekaligus memajukan ilmu pengetahuan di Indonesia melalui warnet sebagai gerbang ilmu pengetahuan dunia.

8 Alasan mengapa Waralaba Warnet Gue lebih baik dibandingkan dengan membuat warnet sendiri .

Gambar 1. Salman Azis Alsyafdi S.Kom (Manajemen) memenangkan Penghargaan Nasional Wirausaha Muda Mandiri 2007, foto bersama Pak Boediono dan Pak Agus Martowardodjo

1. Sistem Warnet teruji dan telah memenangkan penghargaan Wirausaha Muda Mandiri

Dengan mengunakan system dari warnet gue anda akan memiliki sebuah system usaha yang sudah teruji sejak tahun 2004 dengan 10 cabang di 7 kota besar dan telah memenangkan penghargaan Wirausaha Muda Mandiri 2007. Anda tinggal menjalankan panduan system yang telah kami buat sehingga akan memudahkan anda menjalankan warnet dan menghindari resiko kegagalan yang biasa dialami oleh pebisnis pemula.

2. Biaya Pendirian Warnet dan Games Online Lebih murah

Dengan mengunakan system dari warnet gue anda akan membangun warnet dengan biaya lebih murah, karena peralatan warnet langsung dibeli dari distributor utama peralatan computer dimana harga komputernya jauh lebih murah dibanding jika anda beli sendiri. Agar biaya pembuatan warnet tidak mahal maka manajemen tidak mengambil keuntungan dari pembelian komputer.

3. Sistem yang dapat bekerja tanpa anda

Dengan sistem dari warnet gue anda memiliki usaha yang dapat berjalan tanpa anda perlu repot-repot mengurus warnet sehari-hari. Dengan panduan dari kami anda dapat menjalankan manajemen dengan mudah dan sedikit usaha. Dengan demikian anda tidak perlu takut bahwa aktifitas sehari-hari anda akan terganggu.

4. Ilmu dan Pengalaman Teknis yang professional

Dengan mengunakan system warnet gue anda mendapatkan sebuah warnet dengan kemampuan lebih. Misalnya anda mendapatkan warnet dengan kecepatan koneksi yang lebih tinggi serta biaya yang lebih murah berkat manajemen bandwidth kami, kemudian ada system billing dan akuntansi kami yang akurat dapat anda lihat dan pantau secara online maupun melalui sms serta membantu anda dalam proses pengambilan keputusan, lalu ada filteriasasi konten tidak baik, game online lengkap, software-software pembantu dan backup system jika ada masalah dengan computer anda. Masih banyak lagi yang anda dapatkan yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Semua hal ini akan sulit dan memakan waktu banyak jika anda mulai sendiri, yang kalau dihitung maka kerugian yang ditimbulkan bisa tidak sedikit

5. 100% Keuntungan Usaha dan Kepemilikan adalah Milik Anda

Dengan bekerjasama dengan kami maka kepemilikan dan keuntungan 100% menjadi hak anda !!

6. Biaya Manajemen Fee murah

Biaya manajemen fee warnet gue hanya 5 % dari pendapatan kotor usaha per bulan ditambah biaya support. Biaya ini digunakan untuk system dukungan dan bimbingan dari kami untuk anda. Kepemilikan dan keuntungan 100% milik anda.

7. Ilmu Manajemen terdepan di latih oleh Action Coach

Dengan mengunakan system dari warnet gue anda otomatis akan mempunyai usaha dengan system yang sudah dibina oleh trainer bisnis internasional terkemuka dari Australia yaitu Action Coach. Dengan ini ilmu manajemen, marketing, manajemen pegawai dan system terbaru kami gunakan agar usaha anda berjalan secara maksimal dan menguntungkan.

8. Full Sistem Support

Dengan mengunakan system dari warnet gue anda mendapat support teknis dan manajemen terhadap segala kendala bisnis warnet, dengan demikian anda tidak perlu khawatir jika mengalami masalah karena kami selalu siap membantu.

Laman Berikutnya »